BODH GAYA – Apa yang seharusnya menjadi malam penuh suka cita berubah menjadi mimpi buruk bagi dua keluarga di Bodh Gaya, India. Resepsi pernikahan yang digelar Sabtu malam (29/11/2025) mendadak ricuh hanya karena satu hal: kehabisan rasgulla, makanan penutup khas yang sangat dinantikan tamu.
Awalnya, semua berjalan normal. Musik mengalun, para tamu menikmati hidangan utama, dan suasana tampak hangat. Namun, tensi mulai terasa ketika beberapa anggota keluarga pengantin wanita menyadari bahwa makanan manis favorit mereka tak lagi tersedia.
Keluhan pun terlontar. Dari protes pelan, berubah jadi adu argumen. Dalam hitungan menit, suasana berubah kacau. Teriakan terdengar, piring berterbangan, bahkan kursi jadi alat saling serang. Kamera hotel merekam jelas momen ketika para tamu—yang sebelumnya duduk rapi—terlibat bentrokan.
Petugas keamanan sempat mencoba melerai, tapi suasana baru mereda setelah semua pihak kelelahan.
Pernikahan Batal, Persoalan Mas Kawin Mencuat
Setelah keributan, keluarga pihak wanita mengambil keputusan tegas: pernikahan dibatalkan. Tak hanya itu, mereka juga membawa kasus ini ke ranah hukum, menuduh keluarga pengantin pria meminta mas kawin secara tidak sah.
Ayah mempelai pria, Mahendra Prasad, tak membantah soal penyebab keributan. “Ya, semua bermula dari rasgulla,” ujarnya kepada wartawan lokal. Namun ia membantah keras tudingan soal mas kawin. “Kami ingin pernikahan tetap berjalan. Tapi mereka yang menolak.”
Perhiasan Hilang dan Upaya Damai yang Tak Berhasil
Di tengah kekisruhan, muncul masalah lain. Munni Devi, ibu dari pengantin pria, mengaku kehilangan perhiasan yang dibawanya untuk calon menantu. Nilainya tidak kecil, dan ia menduga barang tersebut raib saat kericuhan berlangsung.
Keluarga pihak pria pun merasa dirugikan secara finansial, karena mereka yang menanggung biaya hotel dan sebagian besar persiapan. Meski sempat ada usaha untuk berdamai, semuanya berujung buntu.
Sushil Kumar, sepupu mempelai pria, menyebut pihaknya sudah berusaha membuka pembicaraan. “Kami ajak bicara baik-baik, tapi semua sudah terlambat. Keputusan mereka sudah bulat,” katanya.
