Belum juga Natal datang, jalanan di kota-kota besar sudah mulai sesak. Di kafe, stasiun, bandara—orang-orang ngobrolin satu hal: libur. Mau ke mana, naik apa, berapa biaya. Semua itu muncul di meja-meja makan malam, dan grup WhatsApp keluarga.
Katanya sih, tahun ini yang mau jalan-jalan atau mudik jumlahnya luar biasa. Teman saya di kantor aja sudah booking tiket dari September, takut kehabisan katanya. Dan kalau denger-denger dari berita, jumlahnya… yah, banyak banget. Ratusan juta katanya. Tapi ya nggak heran, setelah setahun penuh kerja, sekolah, macet, stres—liburan jadi kebutuhan yang hampir wajib.
Jakarta Timur, katanya, jadi salah satu tempat yang paling banyak warganya bakal pergi. Disusul Bekasi, Makassar. Tujuan favorit? Yogyakarta. Lagi-lagi Jogja. Orang-orang memang nggak pernah bosan ke sana. Malang dan Bandung juga katanya rame nanti.
Puncak perjalanannya kira-kira tanggal 24 Desember, katanya. Tapi banyak juga yang pilih berangkat lebih awal, biar nggak kejebak macet. Baliknya? Ya awal Januari. Udah kayak tradisi tahunan.
Pemerintah, jelas, diminta siap. Jalan tol, transportasi, bensin, pengamanan. Semua harus dalam kondisi siaga. Karena begitu volume kendaraan naik, satu kesalahan kecil aja bisa bikin macet total.
Tapi ya begitulah, setiap tahun sama. Bedanya cuma di angka.
