Gibran Ucapkan Duka untuk Vidi Aldiano, Kabar yang Bikin Banyak Orang Mendadak Diam

jakartaid – Kabar soal Vidi Aldiano itu muncul begitu cepat—seperti pecahan berita yang tiba-tiba melewatinya semua grup chat. Orang membaca, berhenti, baca ulang. Begitu saja. Dan lalu muncul ucapan duka dari Gibran Rakabuming Raka, nada suaranya terdengar… ya, seperti seseorang yang ikut kehilangan, meski tidak perlu banyak kata.

Ia menyampaikan belasungkawa ke keluarga. Tidak drama. Tidak pidato panjang. Hanya kalimat pendek yang terasa cukup jelas: Indonesia kehilangan satu suara penting. Dan memang terasa begitu. Lagu-lagu Vidi, yang mungkin dulu kita dengar tanpa sadar kapan pertama kali masuk ke telinga, mendadak muncul lagi di kepala saat namanya di sebut.

Di luar itu, linimasa ramai. Musisi, artis, orang-orang yang pernah sekadar papasan dengannya di backstage, semuanya menulis potongan kenangan. Ada yang mengunggah foto lama yang entah sudah lupa di ambil tahun berapa. Ada yang cuma menulis, “Terima kasih, Vid.” Dan itu sudah membuat suasana jadi lebih berat.

Publik juga ikut bergerak dengan caranya sendiri. Video konser di gali dari arsip lama. Potongan suara. Cuplikan tawa. Orang-orang berbagi seperti sedang memastikan bahwa kenangan itu tidak hilang begitu saja.

Kepergian Vidi seperti mengempaskan udara dari ruangan. Tidak meledak, tapi terasa dalam. Banyak yang tidak mengenalnya secara pribadi, tapi merasa dekat lewat lagu-lagu yang menempel di ingatan lebih lama dari yang mereka kira.

Ucapan duka masih terus berdatangan. Belum terlihat tanda mereda. Dan mungkin memang tidak akan cepat—karena setiap musim musik Indonesia kehilangan satu nama, ada ruang kecil yang ikut kosong.

Namun karya-karyanya, seperti biasa, akan tetap berjalan sendiri. Orang memutarnya lagi, dan lagi, seakan-akan itu hal paling wajar di lakukan setelah sebuah kabar buruk.