Pagi yang Beda di Jalan Ijen NTB Bawa Suasana Baru ke Malang

Minggu pagi biasanya tenang di CFD Jalan Ijen. Orang- orang lari kecil, ada yang jalan santai, sebagian lainnya duduk- duduk ngopi di pinggir trotoar. Tapi kemarin, suasananya agak berbeda.

Ada iringan musik tradisional yang tiba- tiba terdengar dari kejauhan. Bukan musik biasa. Alat musiknya khas, ritmenya berbeda. Lalu muncul rombongan berpakaian adat. Warnanya mencolok, motifnya cantik. Ada yang pakai ikat kepala, ada juga yang bawa alat musik. Mereka berjalan sambil tersenyum dan menyapa siapa pun yang lewat.

Orang- orang langsung menoleh. Ada yang berhenti olahraga, ada yang langsung rekam. Seorang ibu bahkan sempat nyeletuk, “ Wah, ini kayak di Lombok ya, Pak? ”

Ternyata Rombongan kecil itu datang dari NTB – Lombok dan Sumbawa. Bukan sekadar lewat- lewat, tapi mereka datang memang buat ngenalin budaya daerahnya ke warga Malang. Yang ngatur acaranya BPPD dan Dinas Pariwisata NTB.

“ Malang itu pasar wisata yang besar. Kalau mereka kenal dulu dengan budayanya, besar kemungkinan mereka nanti bakal ke Lombok atau Sumbawa langsung, ” kata Pak Sahlan, dari BPPD NTB. Dia nggak banyak bicara waktu itu, tapi senyumnya kelihatan puas liat warga antusias.

Yang bikin momen ini makin pas-pasan , minggu itu juga bertepatan dengan dibukanya rute penerbangan baru Malang – Lombok. Jadi semacam promo langsung — lihat budayanya di sini, terus langsung bisa terbang ke sana.

Rombongan ini dimulai sekitar jam 6. Enggak terlalu panjang, tapi cukup buat menarik perhatian. Beberapa peserta dari hotel dan industri pariwisata NTB juga ikut. Mereka nyapa- nyapa warga, bagi brosur, ngobrol santai.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Pak Ahmad, juga ada. Dia ikut jalan bareng rombongan. Sesekali dia diajak foto, atau jawab pertanyaan soal wisata di NTB. “ Yang penting warga tahu dulu. Kalau udah tahu, mereka bakal penasaran. Dan itu bagus buat pariwisata, ” katanya waktu itu.

Soal transportasi, badan Air sekarang buka rute baru. Pesawat dari Lombok berangkat pagi- pagi banget, terus mampir ke Malang, lanjut ke Yogya. Pesawatnya ATR 72, lumayan efisien.

Dari pihak maskapai, Bu Dyfi dari Lion Air bilang kalau rute ini bukan cuma soal bisnis, tapi juga peluang buat buka koneksi antar daerah. “ Kita harap ini bisa bantu mobilitas wisatawan juga, ” ujarnya.

Hari itu, suasana di Jalan Ijen jadi nggak biasa. Banyak warga bilang, “ Kapan lagi lihat budaya NTB langsung begini, di Malang? ” Mungkin sebentar, tapi cukup bikin banyak orang kepikiran buat liburan ke timur.