Tradisi Andilan Kebo Didorong Tetap Hidup, Pramono: Jangan Sampai Nilai Kebersamaan Hilang

jakartaid – Di tengah kota yang makin padat, makin cepat, ada hal-hal kecil yang pelan-pelan terancam hilang. Bukan gedung, bukan jalan. Tapi kebiasaan. Cara orang saling bantu.

Pramono tampaknya melihat itu.

Ia bicara soal satu tradisi lama masyarakat Betawi—andilan kebo. Nama yang mungkin terdengar sederhana, tapi isinya tidak sesederhana itu. Ada nilai gotong royong di dalamnya, ada rasa “kita” yang kuat, bukan sekadar “saya”.

Dalam praktiknya, warga patungan. Mengumpulkan dana, tenaga, atau apa pun yang di butuhkan untuk kepentingan bersama. Bisa untuk kegiatan sosial, bisa juga keperluan keagamaan. Intinya sama: di kerjakan bareng-bareng.

Dan itu yang menurut Pramono perlu di jaga.

Bukan hanya karena ini tradisi lama. Bukan cuma soal budaya yang “harus di lestarikan”. Tapi karena ada fungsi sosial yang nyata—yang kadang tidak tergantikan oleh sistem modern.

Ia menyinggung soal solidaritas. Tentang bagaimana kebiasaan seperti ini bisa menjaga hubungan antarwarga tetap hangat, tetap dekat, bahkan di tengah perubahan zaman yang terasa makin individual.

Karena jujur saja, pola hidup sekarang cenderung berbeda. Lebih cepat, lebih sibuk, kadang lebih terpisah.

Di situ, andilan kebo seperti jadi pengingat.

Bahwa ada cara lain untuk hidup berdampingan. Cara yang tidak selalu efisien, mungkin, tapi terasa lebih manusiawi.

Pramono juga melihat tradisi ini bukan sekadar urusan internal satu kelompok. Lebih dari itu, ia bisa jadi jembatan—penghubung di lingkungan yang makin beragam. Lewat interaksi yang terbangun, warga jadi saling kenal, saling paham.

Dan dari situ, harmoni biasanya tumbuh.

Tapi ada satu catatan penting yang ia tekankan: generasi muda.

Kalau yang muda tidak ikut terlibat, tradisi seperti ini pelan-pelan bisa hilang. Bukan karena tidak penting, tapi karena tidak lagi di jalankan. Tidak di wariskan.

Makanya, keterlibatan mereka jadi kunci. Bukan sekadar ikut, tapi juga memahami kenapa tradisi ini ada, dan kenapa masih relevan.

Upaya menjaga andilan kebo, pada akhirnya, bukan cuma tanggung jawab satu pihak. Perlu dukungan bersama—masyarakat, pemerintah, siapa pun yang merasa nilai kebersamaan masih penting untuk di pertahankan.

Karena kalau bukan sekarang di jaga, bisa jadi nanti kita hanya mengenalnya sebagai cerita.