jakartaid – Gubernur Bali Wayan Koster menepis isu soal Bali yang disebut sepi pengunjung. Dia bilang, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru melonjak. Bahkan tertinggi dalam 10 tahun terakhir, katanya, mengacu data resmi milik pemerintah daerah.
Angka ini bukan sekadar klaim. Menurut Koster, datanya lengkap. Lalu lintas di bandara internasional meningkat. Akomodasi pun, terutama di kawasan utama seperti Badung dan Ubud, tak pernah benar-benar kosong.
“Narasi Bali sepi itu tidak nyambung sama kondisi riil di lapangan,” ujarnya beberapa waktu lalu di Denpasar.
Data, Bukan Dugaan
Koster menyebut, pemerintah pakai data konkret untuk klarifikasi. Bukan asumsi.
Pintu masuk internasional penuh pergerakan. Hotel-hotel tetap terisi. Lonjakan ini, katanya, terjadi merata, meski ada beberapa hari yang memang lebih tenang.
Dia juga ingatkan, jangan pakai snapshot dari satu hari atau satu lokasi buat simpulkan keadaan seluruh Bali. “Enggak bisa generalisir. Tiap titik punya siklusnya sendiri,” ucapnya.
Pariwisata Bergerak, Meski Tak Selalu Ramai
Pariwisata Bali memang dinamis. Kadang naik, kadang melandai. Itu biasa. Tapi sepanjang 2025, trennya jelas—naik.
Faktor pemicunya macam-macam. Ada musim liburan, ada agenda internasional, dan pola jalan-jalan wisatawan yang makin beragam.
Pemerintah, kata Koster, tetap urus pengelolaan destinasi. Juga terus dorong perbaikan kualitas. Supaya sektor ini enggak cuma jalan, tapi tahan lama.
Jangan Asal Sebar Isu
Koster minta semua pihak, termasuk pelaku usaha, pegiat medsos, dan media, rujuk ke informasi resmi. “Kalau salah narasi, dampaknya bisa panjang. Enggak cuma salah paham, tapi bisa rugikan kita sendiri,” ujarnya.
Pemprov, lanjut dia, tetap monitor pergerakan wisata. Pelayanan ke wisatawan pun, katanya, sejauh ini berjalan normal dan terkendali.
