jakartaid — Iran memperingatkan. Kalau AS menyerang, mereka siap balas.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyebut AS dan Israel sebagai “target sah”. Ucapan itu di lontarkan dalam sesi parlemen di Teheran, Senin.
“Kami tak tunggu di serang. Ancaman pun bisa jadi dasar reaksi,” ujarnya.
Peringatan muncul saat suasana dalam negeri bergolak. Dua minggu lebih protes tak berhenti. Dari Shiraz sampai Mashhad. Sebagian di Teheran juga masih panas.
Warga turun ke jalan. Isu ekonomi. Ketidakpuasan politik. Internet di putus di beberapa wilayah.
Di tengah itu, Qalibaf bicara soal armada militer AS di kawasan. Termasuk pangkalan di Teluk. Israel pun ikut di sebut—tak akan luput jika konflik pecah.
“Presiden Amerika dukung pengunjuk rasa? Kami tahu maksudnya,” kata Qalibaf, menyinggung pidato terbaru dari Washington.
Sampai artikel ini di tulis, belum ada tanda nyata AS akan bergerak. Tapi tensi makin naik.
Pernyataan Qalibaf di baca pengamat sebagai bentuk tekanan balik ke Barat. Retorika perang makin terbuka.
Dunia memperhatikan. Cara Iran menangani protes, pembatasan informasi, dan potensi konflik regional. Semua dalam sorotan.
