jakartaid – Di sebuah forum yang sebenarnya tidak terlalu ramai, perwakilan PT Sarana Multi Infrastruktur tiba-tiba menyinggung soal peluang kerja sama dengan Danantara. Nada bicaranya bukan sekadar “mungkin,” lebih seperti, ya, pintu sedang di buka dan tinggal menunggu siapa yang masuk. Fokusnya: proyek waste to energy. Topik lama, tapi belakangan kembali terdengar karena volume sampah makin menekan banyak kota.
SMI menjelaskan bahwa teknologi pengubah sampah jadi energi bukan hal yang baru—hanya saja, implementasinya sering terseok karena urusan pendanaan. Mereka menyebut potensi besar, dampak ganda, manfaat lingkungan… kalimat yang biasanya keluar dari pejabat ketika situasinya benar-benar mendesak. Dan memang, sampah sudah seperti masalah yang berputar tidak selesai-selesai.
Kerja sama dengan pihak seperti Danantara di sebut penting karena proyek jenis ini tidak bisa berdiri di atas satu kaki. Butuh modal besar, kesabaran panjang, dan dukungan teknis yang bukan main-main. Banyak daerah butuh fasilitas modern, tapi anggaran sering tidak nyampe. Jadi ketika ada investor strategis yang mau ikut, SMI langsung melihat celah untuk mendorong proyek yang selama ini hanya ada di slide presentasi.
Di sisi pemerintah, waste to energy sudah lama masuk daftar “harus di lakukan,” tapi sering tertahan entah di mana. Proses pengolahan sampah menjadi listrik sebenarnya jelas—ada tahapannya, ada teknologinya. Namun di lapangan, TPA yang menumpuk tetap lebih cepat tumbuh di banding fasilitas pengolahan baru. Ini ironis, tapi tidak mengejutkan.
SMI menyebut sinergi sebagai kunci. Klise, tapi kalau melihat kondisi sekarang, mungkin benar juga. Mereka ingin proyek tidak berhenti di pilot project yang di foto lalu di lupakan. Ada keinginan memperbanyak fasilitas, menyebar ke berbagai kota, membuat pengolahan sampah tidak lagi jadi proyek simbolik.
Apakah kerja sama ini akan langsung jalan? Tidak ada yang bicara pasti. Tapi dari cara SMI menyinggungnya—sedikit tersirat tapi cukup tegas—ada semacam niat untuk bergerak lebih cepat. Karena sampah tidak menunggu, dan energi juga di butuhkan. Kadang, dua masalah harus di paksa bertemu supaya sama-sama selesai.
